Penyebab Gigi Berlubang

Penyebab Gigi Berlubang

Bakteri penyebab gigi berlubang yang terdapat di dalam mulut anda akan mencerna karbohidrat sederhana dan mengubahnya menjadi plak asam. Plak asam ini berbeda dengan plak pada gigi yang menyebabkan penyakit gusi. Plak asam yang dihasilkan oleh bakteri ini menyebabkan lapisan anorganik keras pada enamel dan dentin melunak. Lapisan yang melunak ini kemudian akan larut ke dalam air liur dan terbentuklah lubang pada gigi.

Jika lubang ini tidak segera ditambal oleh dokter gigi anda, maka lubang ini akan terus mengerosi gigi dan merusak lapisan pulpa gigi anda. Kerusakan pada pulpa dapat menyebabkan kematian pulpa, infeksi, dan abses gigi. Pulpa yang rusak ini menyebabkan gigi perlu diangkat atau memerlukan penggantian pulpa gigi dengan suatu zat tertentu.

Enamel pada gigi susu belum terbentuk sempurna dan berongga. Setelah 7 tahun maka enamel ini akan digantikan oleh enamel yang sempurna, keras, kuat, dan berkilau. Oleh karena itu, anak-anak lebih mudah mengalami gigi berlubang daripada orang dewasa.

Bakteri penyebab gigi berlubang sulit dihilangkan karena bakteri ini sangat mirip dengan bakteri mulut lainnya yang tidak berbahaya. Terdapat banyak bakteri penyebab gigi berlubang, yaitu:

  • Lactobacillus acidophilus yang terdapat di dalam lubang dan celah pada bagian atas permukaan gigi. Bakteri ini dapat menyebabkan pembusukan gigi pada anak-anak berusia 3-12 tahun, menyebabkan gigi berlubang pada bayi, dan gigi geraham permanen pertama yang mulai terbentuk pada usia 6 tahun
  • 6 jenis bakteri Streptococcus yang menyerang permukaan lunak pada bagian samping gigi. Biasanya terjadi pada daerah yang bersentuhan dengan gigi lainnya. Lubang yang terjadi pada bagian ini sulit terlihat oleh mata sehingga membutuhkan foto rontgen
  • Odontomyces viscoses yang hidup pada bagian belakang lidah dan  menyerang lapisan semen gigi yang tidak terlindungi. Lapisan semen merupakan bagian keras dan terluar dari akar gigi (dua pertiga bagian gigi yang biasanya terdapat di dalam tulang gigi). Pada lansia dan penderita penyakit gusi, akar gigi dan semen menjadi tidak terlindungi dan rentan terhadap infeksi bakteri

 

Pencegahan Gigi Berlubang

Konseling Nutrisi

Mengurangi konsumsi gula sederhana (sukrosa atau gula pasir) dapat mengurangi jumlah asam yang dihasilkan oleh bakteri di dalam mulut. Selain itu, mengkonsumsi kalsium, fosfor, vitamin A, D, dan C yang cukup dapat meningkatkan kesehatan dan kekuatan enamel.

Kebersihan Rongga Mulut

Menyikat gigi secara teratur dan sering dapat mengurangi pembentukan plak asam yang dapat merusak enamel gigi. Membersihkan gigi dengan benang (dental floss) dapat mengangkat plak asam dari permukaan lunak di antara gigi.

Bila anda tidak dapat menyikat dan membersihkan gigi anda segera setelah makan, anda dapat mengunyah makanan yang dapat membersihkan gigi dan mulut anda pada akhir waktu makan. Makanan tersebut adalah apel dan seledri yang dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan plak. Mengunyah permen karet tanpa gula selama beberapa menit setelah makan juga dapat membantu.

Jangan Terlalu Banyak Mengemil

Kurangilah mengemil di antara waktu makan. Setiap makanan dapat menyebabkan terbentuknya plak asam pada gigi anda. Oleh karena itu, mengemil sepanjang hari dapat membuat gigi anda terpapar oleh plak asam ini.

Fluoride

Fluoride dapat memperkuat lapisan enamel dan dentin anak-anak sebelum gigi permanen keluar. Fluoride topikal (dioleskan langsung pada gigi) dapat mengisi rongga-rongga pada enamel yang belum terbentuk sempurna dan menutup lubang gigi yang kecil serta mengurangi pembentukan lubang pada gigi permanen.

Penutup Gigi (Sealant)

Penutup gigi atau sealant merupakan suatu lapisan plastik yang diletakkan pada lubang dan celah di bagian atas permukaan gigi belakang (gigi geraham). Penutup gigi sangat efektif dalam mencegah terbentuknya lubang dan direkomendasikan untuk dipasang pada seluruh gigi geraham permanen pada anak-anak.

Penutup gigi ini juga digunakan untuk mengurangi pembentukan lubang pada gigi bayi dan orang dewasa yang mudah berlubang. Tindakan ini merupakan tindakan sederhana, tidak menimbulkan nyeri, dan tidak membutuhkan pembiusan.

Sumber : dokter.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*